
Rumah kedua bagi putri yang ingin menghafal Al-Qur’an dengan hati dan jiwa.

Ribath Tahfidh Al-Qur'an Al-Hadi adalah pesantren tahfidz khusus putri yang berdiri sejak tahun 2018. Sebagai bagian dari keluarga besar Ma'had Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain — tercatat sebagai cabang ke-66 — Al-Hadi mengusung tradisi keilmuan dan pembinaan ruhani yang telah teruji.
Pondok ini berdiri di Jurangrejo, Pandesari, Kec. Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur 65391, tepat di kaki Gunung Banyak. Udara pegunungan yang sejuk dan suasana yang tenang menjadikannya tempat yang ideal bagi para putri untuk fokus menghafal Al-Qur’an.
Dengan sistem boarding (asrama) penuh 24 jam, santri tumbuh dalam lingkungan yang aman, terjaga, dan disiplin. Sejak berdiri, Al-Hadi telah melahirkan banyak hafidzah yang siap menjaga dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat.
2018
Tahun Berdiri
66
Cabang Nurul Haromain
4,7★
Rating Google (27 ulasan)
24 Jam
Asrama Penuh (Boarding)
Tiga kata yang menjadi ruh setiap kegiatan dan langkah santri Al-Hadi.
Menanamkan kejujuran dalam niat, ucapan, dan amal — pondasi seorang penghafal Al-Qur’an.
Meluruskan setiap langkah hanya untuk meraih ridha Allah, bukan pujian sesama.
Memelihara ghirah belajar dan menghafal yang tak pernah padam dalam suka maupun lelah.
Cita-cita besar yang kami terjemahkan ke dalam langkah-langkah pembinaan nyata.
Membentuk generasi hafidzah berakhlak Qur’ani yang jujur, ikhlas, dan bersemangat dalam menjaga serta mengamalkan Al-Qur’an.
Catatan: rumusan visi-misi ini masih terus disempurnakan bersama pengasuh dan pengurus pondok.
Ribath Al-Hadi berada di bawah naungan Ma'had Pengembangan dan Dakwah Nurul Haromain Pujon, sebuah lembaga dakwah dan pendidikan yang telah dipercaya membina ribuan santri.
Pondok ini diasuh oleh KH Ihya’ Ulumiddin, murid langsung Abuya Dr. Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki Al-Hasani dari Makkah. Sanad keilmuan inilah yang menjaga keaslian tradisi dan keberkahan ilmu di Al-Hadi.
مَا زِلْتَ طَالِبًا
“Selamanya Kamu Adalah Santri.”

Mulai langkah pertama menuju masa depan Qur’ani. Kuota terbatas demi menjaga kualitas bimbingan setiap santri.